Kisah Jatuh-Bangun Bengkel Mas Achmad Alfan Wicaksono di Jember

Dunia ini terlalu membosankan kalau yang kita lakukan tiap hari cuma melakukan hal yang serupa tanpa mencoba untuk mendengar, melihat, atau belajar sesuatu yang baru. Go out there ! Carilah sesuatu yang menarik perhatianmu dan bisa membuatmu belajar tentang luasnya ilmu pengetahuan.

Itulah satu dari beberapa hal yang bisa kita pelajari dari salah satu bengkel di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ketatnya persaingan sempat membuat bengkel milik mas Achmad Alfan Wicaksono, 37, jatuh-bangun. Seorang pria yang pernah menempuh pendidikan di HMTC Depok. Modal awalnya kira-kira sebesar Rp. 10 juta untuk sewa tempat dan membeli peralatan.

Pantang Menyerah.

Walau saat itu saya mengambil jurusan bangunan, tapi sewaktu sekolah di STM Negeri Jember, saya sering mengisi waktu luang bersama anak-anak bengkel. Dari situ saya ketularan ingin menjadi mekanik.

Beberapa bulan setelah lulus STM, saya mencoba belajar degan bekerja di bengkel HRM Jember. Mekaniknya bernama Kang Ayon. Seiring waktu, saya ingin tahu lebih tentang ilmu mekanik melalui pencarian akan pengalaman baru. Akhirnya saya memutuskan kursus di HMTC (Hartomo Mechanical Training Centre).

Setelah menyelesaikan pendidikan di Depok, Bengkel FMS Performance berdiri pada tahun 2005. Nama itu merupakan singkatan nama panggilan saya. Pertama kali membuka tidak sesuai harapan, karena raihan pendapatan yang tidak sesuai target. Padahal posisi bengkel sudah berada di pinggir jalan dan alat-alat bengket yang menunjang.

Kira-kira 5 tahun lalu, bengkel ini sempat mengalami kebangkrutan, sehingga saya harus pindah kontrak. Persaingan yang ketat dan manajemen yang buruk adalah faktor utamanya. Waktu itu pada tahun 2012, jumlah bengkel di daerah saya semakin banyak, plus para mekaniknya yang berpengalaman, menyebabkan banyak konsumen pindah ke mereka.

Sedangkan saya waktu pertama kali buka bengkel minim pengalaman. Istilahnya masih mekanik ajaran yagn belum memiliki jam terbang. jadi dipandang sebelah mata oleh orang-orang, serta juga dibarengi oleh buruknya management bengkel. Dari situ, saya akhirnya mencoba bangkit.

Alhamdulillah, sekarang ini bengkel saya sudah kembali pada keadaan semula meskipun posisi bengkel tidak memadai. Karena kecintaan saya pada dunia otomotif, akhirnya saya berusaha mencari pengetahuan baru dengan memperdalam ilmu perbengkelan lagi lewat sosial media dan juga sering berkonsultasi dengan teman seprofesi. Terus memperdalam ilmu tentang mesin balap.

Dulu sewaktu setelah saya lulus dari HMTC Depok, saya sempat melanjutkan kursus balap di HMTC Cipinang. Saat itu, instrukturnya bernama Pak Gandoz Tepepa. Karena memori tersebut pula, sejak 5 tahun lalu saya memberanikan diri untuk melamar sebagai tenaga pengajar pada bidang otomotif di SMP Islamic Garden School, di daerah Mumbul Sari – Jember. Diterima dan sampai saat ini masih mengajar disana.

Prestasi apa yang pernah anda raih bersama bengkel FMS Performance . . . . . ??

Kl. prstasi skr blum da pak, krn ktrbtasan dana buat ikut balap. Tp sya sllu optomis suatu saat psti bsa juara mskpn minim dana.

 

“Jng prnh menyerah mnghadapi pasang surut dunia bngkl, sllu brusaha kmbangkn dn berbagi ilmu tntang mesin.”

 

 

Nama: Achmad Alfan Wicaksono.

Tanggal Lahir: Jember, 24 Januari 1980.

Nama Bengkel: FMS Performance

Alamat: Jl. Raya Kawi No. 67, Jenggawah, Jember.

WA: 08525-7772-788

Facebook: https://m.facebook.com/alfankendokenceng