Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach, Penemu Sepeda Motor Pertama di Dunia

Apabila bicara tentang motor, pastinya masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kendaraan yang satu ini. Dinyatakan sebagai kendaraan terfavorit, karena harganya yang lumayan terjangkau, efektif saat digunakan, dan bahkan lebih lincah dibandingkan ukuran benda sejenis yang lebih besar.

Selayak bentuknya yang berasal dari sepeda konvesional, alias sepeda kayuh. Pada tahun 1868, Michaux ex Cie, sebuah perusahaan asal Inggris biasa memproduksi sepeda dalam jumlah skala besar. Lantas mereka mulai mengembangkan mesin uap sebagai tenaga penggerak sepeda. Berbagai percobaan telah dilakukan dan usahanya belum berhasil.

Kemudian dilanjutkan oleh Edward Butler (1862 – 1940). Seorang penemu asal Inggris, Butler mendesain kendaraan roda 3 menggunakan mesin sebagai penggerak.  Dia memperlihatkan hasil rancangannya untuk kendaraan bensin beroda tiga pada suatu pameran di London, yakni Stanley Cyle Show, tahun 1884. Dua tahun lebih awal dari Karl Benz, putra seorang masinis asal Jerman yang dipandang sebagai pencipta mobil berbahan bakar bensin.

Istilah era revolusi industri (1750-1850) setidak-tidaknya telah dinyatakan sebagai periode waktu terpenting. Mewakilkan perubahan radikal dalam bidang industri di Benua Eropa saat itu. Salah satunya dilakukan oleh Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach dari Jerman. Keduanya pertamakali bertatap muka saat bekerja di tempat yang sama, Deutz-AG-Gasmotorenfabrik, produsen mesin stasioner terbesar sejak tahun 1872 milik Nicholas Otto. Kedua pria asal Jerman tersebut mengembangkan mesin 4 langkah atau 4 tak.

Daimler, seorang insinyur perancang mesin yang lahir di Schorndorf dan rekannya, Maybach berhasil menciptakan mesin kecil berkecepatan tinggi untuk dipasang sebagai perangkat penggerak bagi jenis alat transportasi apapun. Pada tahun 1883, mereka merancang susunan mesin horizontal ber silinder dengan nama, Daimler’s Dream. Menggunakan bahan bakar minyak cair dengan daya kecepatan yang cukup tinggi.

2 tahun kemudian, rancangan mesinnya tampak lebih sempurna lagi bersama mesin ber silinder teranyar, namun dalam bentuk susunan vertikal. Sebagai percobaan, mesin Petroleum Reitwagen (Riding Car atau Mesin bertenaga Kuda) dipasang pada sebuah sepeda kayu beroda dua. Uji coba pertama kali dilakukan oleh Wilhelm Maybach. Dia mengendarai sepeda kayu motor di samping sungai Neckar, antara Kota Cannstatt hingga Kota Untertürkheim dengan kecepatan 7 mph per jam sejauh 12 kilometer. Sejak 10 November 1885, kendaraan mesin roda dua tersebut dinyatakan sebagai sepeda motor pertama di dunia.

Hasil ujicoba awal berjalan sesuai target. Motor selamat sampai tujuan, akan tetapi saat diperjalanan Paul kerap menghadapi masalah akan mesin yang mudah panas. Maka diperbaikilah kekurangan yang ada, hingga terbentuk mesin baru yang lebih stabil, serta tahan dalam menghadapi berbagai masalah kenyamanan saat berkendara.

Didorong oleh raihan kesuksesan yang dimiliki, Daimler lantas membuat keputusan untuk mengembangkan Reitwagen. Perahu tersebut disebut Neckar, memiliki panjang 4,5 meter dan telah mampu memiliki kecepatan hingga 6 knot (11 km/ jam; 6,9 mph). Ini adalah motorboat dan mesin perahu pertama yang akan segera menjadi produk utama Daimler selama beberapa tahun kemudian. Pelanggan pertama sempat menyatakan rasa taku, jadi Daimler menyembunyikan mesin dengan penutup keramik dan mengatakan kepada para konsumennya, bahwa itu adalah mesin minyak-listrik.

Permintaan akan mesin mengalami peningkatan, sebagian besar banyak digunakan sebagai mesin penggerak perahu. Atas dasar laba yang telah berhasil diraih, bulan Juni 1887 Daimler membeli sebuah tanah di bukit selberg, Cannstatt. Dibangunlah properti yang memiliki ruang untuk 23 karyawan dan pabrik. 2 tahun setelah itu, Daimler dan Mayback berhasil membangun Stahlradwagen, mobil pertama dengan desain mesin yang dipengaruhi oleh struktur Reitwagen. Uniknya, tidak ada satu pun produksinya beredar di Jerman, namun lebih memprioritaskan lisensinya untuk dibangun di Perancis dan dipresentasikan ke publik di Paris pada bulan Oktober 1889.

Buah kerja keras selama itu ternyata juga menghasilkan karya yang sangat imajinatif bagi kebutuhan transportasi masyarakat dunia di masa depan. Wilhelm Maybach, sahabat sekaligus partner kerja selama ini, berhasil mengembangkan mesin Reitwagen menjadi cikal bakal mesin motor Mercedez pertama, selain mesin mobil Mercedez berjenis truk maupun sedan.

Sang Penemu dan Sejarah Karirnya.

Sedari kecil, pria yang lahir 17 Maret 1834 kerap mengisi waktunya dengan hal-hal yang berbau industri dan pandai besi. Padahal Gottlieb Wilhelm Daimler terlahir dari keluarga penjual roti di Kota Schornorf, Kabupaten Stuttgart, Württemberg. Di usia yang masih belia, yakni 13 tahun, ia merampungkan masa studi pertamanya selama 6 tahun di Lateinschule.

Menginjak desa, Daimler sempat menempuh pendidikan selama 2 tahun di Institut Politkenik Stuttgart. Disana ia memperoleh begitu banyak pengalaman tentang ragam jenis mesin dari industri ringan hingga berat, seperti mesin uap, mesin lokomotif, dsb. Pada tahun 1861, dia mengundurkan diri dari Rollé und Schwilque, mengunjungi Paris. Kemudian pergi ke Inggris dan bekerja pada perusahaan tehnik disana sampai musim panas 1863.

Nah, disinilah cikal bakal bertemunya Daimler dengan Wilhelm Maybach yang kala itu masih seorang anak yatim berusia 15 tahun. Kebetulan ia saat itu sudah masuk kerja pada perusahaan di Jerman bernama maschinenfabrik sebagai perancang alat-alat pabrik dan turbin. Berhasil memperoleh keuntungan yang besar berkat keterampilan organisasi. Namun Daimler tetap memutuskan untuk keluar dan bergabung dengan Maschinenbau Gesellschaft di Kota Karlsruhe pada bulan Juli 1869.

Ketika pada tahun 1872, Maschinenbau Gesellschaft direorganisasi menjadi Gasmotoren-Fabrik Deutz. Sang Pemilik, Nicholas Otto memilih Daimler sebagai manajer pabrik. Sebagai direktur, baik Daimler dan Otto lebih memfokuskan kebijaksanaan program kerjanya pada pengembangan mesin gas. Sementara Maybach, ia persilahkan untuk menduduki kursi sebagai chief designer saat usianya masih 18 tahun.