Sepeda Motor Jenis Hybrid telah diproduksi oleh SMK di Jember

  

Ide pembuatan sepeda motor hybrid ini berawal dari keprihatinan akan tingginya tingkat pencemaran udara di kota-kota besar di Indonesia. Sejumlah murid dari SMK Teknologi Balung III bersama guru pembimbingnya berhasil merealisasikan ide tersebut.

Udah gitu. . . .Sekolah yang terletak di Kabupaten Jember, Jawa Timur tidak sungkan melibatkan siswa perempuan saat merakit kendaraan motor berjenis hybrid. Sempat Mbak Sofe Yulinda, siswi SMK Teknologi Balung menjelaskan, “Ini motor hybrid. Bisa menggunakan bahan bakar bensin, bisa juga listrik. Nanti kalau bensinnya habis bisa menggunakan listrik, terus sebaliknya, kalau listrik habis bisa menggunakan bensin.”

Terlebih sepeda motor Hybrid ini hemat bahan bakar. 1 liter bensin premium bisa digunakan untuk menempuh jarak sejauh 120 km. Hasil rakitan selama satu bulan cukup memuaskan karena tak ada kerusakan mesin sedikit pun saat di lakukan uji coba. Motor tersebut justru mampu melaju stabil sampai ke tujuan.

Memang usahakan sebagai langkah awal, sang pengguna lebih cenderung mengendarai motor dengan standar kecepatan tertinggi, yakni 60 km per jam. Jika bensin sudah habis, maka pengendara bisa memindah sumber bahan bakar menggunakan listrik yang ditampung di dalam aki. Pengisian energi aki berasal dari perputaran dan otomatis kinerja tersebut akan kembali mengisi energi. Begitu seterusnya. Jikalau kita ingin lari lebih kencang, performa itu bisa menggunakan bantuan kekuatan engine.