Dalam kurun waktu 3 tahun saja, Pak Syamsudin sudah Menyandang Teknisi Senior di Yamaha

Bagi mekanik motor yang tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi, mereka dapat diperkirakan akan mengalami TKO saat membangun usahanya berbentuk bengkel.

Apakah benar ???? Argumen tersebut.

Adakah cara terbaik dalam menumbuhkan pengalaman yang sesuai dan berguna ?? Khususnya bagi lulusan HMTC (Hartomo Mechanical Training Centre) yang bercita-cita mendirikan Bengkel, agar lebih mantap dan tentunya, safety.Ragam persyaratan yang diperlukan pastinya tidak sedikit harus mereka miliki dan lengkapi. Karena memang lulusan HMTC harus siap menghadapi berbagai tantangan yang akan dihadapi di luar sana, setelah mereka menyelesaikan masa sekolah.

Lembaga pendidikan ini telah menghasilkan ratusan sampai ribuan lulusan sejak berdirinya HMTC pada tanggal 1 Juli 1999. Yang mana, para lulusan HMTC sat ini sudah tersebar di berbagai wilayah Nusantara, dari Sabang hingga Merauke.

Adalah sekelumit kisah perjalanan karir Pak Syamsudin yang mencoba menjawab pertanyaan diatas. Beliau mantan siswa HMTC cabang Jakarta. Setelah menamatkan masa studi pada tahun 2010, ia mendapatkan peluang untuk bisa mengasah pengalaman pendidikan yang diperoleh pada bengkel saudaranya selama 1 tahun lebih.

Profil beliau pastinya telaten, teliti, selalu seksama dalam menyingkapi banyak hal, serta tidak terlupa juga, beliau sangat mencintai pekerjaannya. Enggak penting waktu jeda, daya kreatifnya selalu aktif untuk menyelesaikan kewajiban. Seiring dengan perkembangan tersebut, periode waktu berdasarkan catatan pengalaman kerja pun segera menyodorkan kesempatan baru.

“Iya, terus saya bekerja di bengkel Yamaha (PT. Bahana Cahaya Sejati). Nympe skrg. Alhamdulilah berkat ilmu dari HMTC. Sya kerja di yamaha ga lama jd tekhnisi. Terus diangkat & bisa salip tekhnisi senior..,” urainya kepada saya, Clenoro Suharto di Facebook account (Rabu, 30/08/2017).

Jelasnya kemudian secara lebih mendetail, “Sy dari magang 2 bln th 2012. Kemudian jd helper 1 bln. Kemudian jd tekhnisi. Awal thn 2015 diangkat jd SA (Service Advisor) smpe skrg. Alhamdulilah kalo ilmu dari HMTC sangat membatu. Ats kesiapan sy juga, sya siap menghadapi tantangan yg lebih berat.”

Berarti pendidikan tentang utak-atik mesin di HMTC sudah Tepat. Bagaimana menurut anda ??

Jawabnya, “Tepat sekali.. Karna jaman sy dulu ga ada yang kaya hmtc. Metode belajar nya nyaman. Bisa share meskipun sudah diluar jam pljaran. Klo skrg sih ada yg kya hmtc itu juga ga tau niru dri hmtc mungkin.”

Di akhir pembicaraan kami, sempat beliau Pak Syamsudin memberikan sedikit pesan untuk para calon murid dan lulusan HMTC.

  1. Belajar dengan sungguh2.. Jangan malu untuk bertanya. Jangan takut untuk mencoba. Upgrade terus kemampuanmu, karena tidak ada batasan waktu untuk belajar …
  2. Mental yang kuat siap menanggung resiko.. Siap untuk belajar tekhnologi2 terbaru.

Facebook: https://www.facebook.com/auy.puk